Kamis, 27 Februari 2014

Kurir Paling Amanah



Suatu hari, di sebuah kantor, terdapat 26 pekerja wanita yang belum lama ini tergabung dalam sebuah arisan bulanan. Kedua puluh enam pekerja tersebut adalah Ny. A, Ny. B, Ny. C dst hingga Ny. Z. Mereka semuanya bersahabat.
Setelah penantian selama satu bulan, akhirnya akan segera tiba hari pengocokan arisan yang pertama, yaitu besok pagi. Ny. A yang sejujurnya membutuhkan dana untuk merenovasi rumah, berinisiatif meminta ijin teman-temannya untuk menggantikan siapa saja yang namanya keluar besok pagi.
Ny. A mulai menemui Ny. B.
“Jeng B, besok kalau kamu menang kocokan arisan, boleh nggak tukar dengan namaku? Soalnya aku sedang butuh dana untuk renovasi rumah,” ucap Ny. A.
“Oh, iya, nggak apa-apa. Besok kalau nama saya yang keluar, Jeng A ambil saja. Saya kapan-kapan saja menangnya juga nggak apa-apa kok,” jawab Ny. B.
Ny. A pun bernapas lega. Berikutnya, Ny. A juga meminta ijin pada teman-temannya yang lain, dan semuanya memberikan jawaban serupa Ny. B, kecuali Ny. Z. Entah ada apa gerangan, hari itu Ny. Z tidak masuk bekerja, sehingga Ny. A tidak sempat meminta ijin Ny. Z untuk bertukar nama jika nama Ny. Z yang keluar sebagai pemenang saat pengocokan arisan. Namun demikian, Ny. A berpikir tidak apalah tidak meminta ijin pada Ny. Z, toh kedua puluh empat teman yang lain sudah sepakat akan memberikan namanya jika berhasil menang arisan. Jadi kesempatan memperoleh uang arisannya adalah 25 : 1.
Akhirnya, tibalah hari yang dinantikan. Seluruh anggota arisan berkumpul untuk menyaksikan pengocokan arisan yang pertama. Setelah dikocok, ternyata nama yang keluar adalah Ny. Z. Ny. A sungguh tak percaya, 25 berbanding 1 ternyata tidak menjamin apa-apa. Ny. A pun memberanikan diri untuk berbicara pada Ny. Z, barangkali Ny. Z berkenan memberikan kemenangannya itu kepada Ny. A yang membutuhkan dana untuk merenovasi rumahnya.
“Wah, selamat ya Jeng Z,” Ny. A mulai menghampiri Ny. Z.
“Terimakasih Jeng A,” ujar Ny. Z. “Saya benar-benar bahagia hari ini. Sebenarnya kemarin saya tidak masuk bekerja karena suami saya sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah, kok ya saya menang hari ini. Semalam saya sempat kebingungan bagaimana saya harus membeli obat untuk suami saya. Alhamdulillah, ada rejeki untuk suami,” jawab Ny. Z penuh gembira.
Ny. A yang mendengar kebahagiaan Ny. Z akhirnya mengurungkan niatnya untuk meminta ijin menukar namanya. Meskipun sedikit kecewa, Ny. A berusaha berpikir positif. Pastilah Ny. Z lebih membutuhkan uang itu untuk suaminya dibanding dirinya. Ny. A mengurungkan niatnya untuk merenovasi rumah.
“Mungkin bukan sekarang,” gumam Ny. A dalam hati.
Sebulan telah berlalu lagi. Saatnya pengocokan arisan putaran kedua. Tanpa disangka, nama Ny. A yang keluar sebagai pemenang. Di sisi lain, suami Ny. Z yang merupakan manajer toko alat bangunan, memberikan diskon kepada seluruh teman Ny. Z sebagai ungkapan rasa syukur telah sembuh dari sakitnya. Ny. A sangat bersyukur, akhirnya memperoleh rezeki pada moment yang tepat untuk merenovasi rumahnya.
***
Renungan:
Bukankah begitu indah rencana yang telah dipersiapkan Allah untuk hambanya. Terkadang manusia merasa sudah berusaha sangat keras, namun belum tercapai juga keinginannya. Terkadang manusia menganggap keburukan menimpanya, tapi ingatlah, hal itu belum tentu buruk di Mata Allah. Terkadang manusia lalai, berprasangka buruk terhadap Allah, padahal Allah memiliki rencana indah untuknya.
"Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."  (QS Al-Baqarah : 216)
Ah, ingatlah! Malaikat Mikail tidak akan mungkin salah orang, salah alamat, ataupun salah waktu dalam mengantarkan rizki yang telah ditentukan oleh Allah untuk hamba-Nya. Jadi selalu ber-khunudzon-lah. ^^

~ Karanganyar, 27 Februari 2014 ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar