Suatu hari, di sebuah
kantor, terdapat 26 pekerja wanita yang belum lama ini tergabung dalam sebuah
arisan bulanan. Kedua puluh enam pekerja tersebut adalah Ny. A, Ny. B, Ny. C
dst hingga Ny. Z. Mereka semuanya bersahabat.
Setelah penantian selama
satu bulan, akhirnya akan segera tiba hari pengocokan arisan yang pertama,
yaitu besok pagi. Ny. A yang sejujurnya membutuhkan dana untuk merenovasi
rumah, berinisiatif meminta ijin teman-temannya untuk menggantikan siapa saja
yang namanya keluar besok pagi.
Ny. A mulai menemui Ny. B.
“Jeng B, besok kalau kamu
menang kocokan arisan, boleh nggak tukar dengan namaku? Soalnya aku sedang
butuh dana untuk renovasi rumah,” ucap Ny. A.
“Oh, iya, nggak apa-apa.
Besok kalau nama saya yang keluar, Jeng A ambil saja. Saya kapan-kapan saja
menangnya juga nggak apa-apa kok,” jawab Ny. B.
Ny. A pun bernapas lega.
Berikutnya, Ny. A juga meminta ijin pada teman-temannya yang lain, dan semuanya
memberikan jawaban serupa Ny. B, kecuali Ny. Z. Entah ada apa gerangan, hari
itu Ny. Z tidak masuk bekerja, sehingga Ny. A tidak sempat meminta ijin Ny. Z
untuk bertukar nama jika nama Ny. Z yang keluar sebagai pemenang saat
pengocokan arisan. Namun demikian, Ny. A berpikir tidak apalah tidak meminta
ijin pada Ny. Z, toh kedua puluh empat teman yang lain sudah sepakat akan
memberikan namanya jika berhasil menang arisan. Jadi kesempatan memperoleh uang
arisannya adalah 25 : 1.
Akhirnya, tibalah hari yang
dinantikan. Seluruh anggota arisan berkumpul untuk menyaksikan pengocokan
arisan yang pertama. Setelah dikocok, ternyata nama yang keluar adalah Ny. Z.
Ny. A sungguh tak percaya, 25 berbanding 1 ternyata tidak menjamin apa-apa. Ny.
A pun memberanikan diri untuk berbicara pada Ny. Z, barangkali Ny. Z berkenan
memberikan kemenangannya itu kepada Ny. A yang membutuhkan dana untuk
merenovasi rumahnya.
“Wah, selamat ya Jeng Z,”
Ny. A mulai menghampiri Ny. Z.
“Terimakasih Jeng A,” ujar
Ny. Z. “Saya benar-benar bahagia hari ini. Sebenarnya kemarin saya tidak masuk
bekerja karena suami saya sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah,
kok ya saya menang hari ini. Semalam saya sempat kebingungan bagaimana saya
harus membeli obat untuk suami saya. Alhamdulillah, ada rejeki untuk suami,”
jawab Ny. Z penuh gembira.
Ny. A yang mendengar
kebahagiaan Ny. Z akhirnya mengurungkan niatnya untuk meminta ijin menukar
namanya. Meskipun sedikit kecewa, Ny. A berusaha berpikir positif. Pastilah Ny.
Z lebih membutuhkan uang itu untuk suaminya dibanding dirinya. Ny. A
mengurungkan niatnya untuk merenovasi rumah.
“Mungkin bukan sekarang,”
gumam Ny. A dalam hati.
Sebulan telah berlalu lagi.
Saatnya pengocokan arisan putaran kedua. Tanpa disangka, nama Ny. A yang keluar
sebagai pemenang. Di sisi lain, suami Ny. Z yang merupakan manajer toko alat
bangunan, memberikan diskon kepada seluruh teman Ny. Z sebagai ungkapan rasa
syukur telah sembuh dari sakitnya. Ny. A sangat bersyukur, akhirnya memperoleh rezeki
pada moment yang tepat untuk merenovasi rumahnya.
***
Renungan:
Bukankah begitu indah
rencana yang telah dipersiapkan Allah untuk hambanya. Terkadang manusia merasa
sudah berusaha sangat keras, namun belum tercapai juga keinginannya. Terkadang
manusia menganggap keburukan menimpanya, tapi ingatlah, hal itu belum tentu
buruk di Mata Allah. Terkadang manusia lalai, berprasangka buruk terhadap
Allah, padahal Allah memiliki rencana indah untuknya.
"Bisa jadi kamu
membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi pula kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak
mengetahui." (QS Al-Baqarah : 216)
Ah, ingatlah! Malaikat
Mikail tidak akan mungkin salah orang, salah alamat, ataupun salah waktu dalam
mengantarkan rizki yang telah ditentukan oleh Allah untuk hamba-Nya. Jadi
selalu ber-khunudzon-lah. ^^
~ Karanganyar, 27 Februari 2014 ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar